Bahasa Indonesia

Hari Kedelapan – Kesetiaan dalam Segala Hal


Versi Video

Maria tinggal bersama [Elisabet] kira-kira tiga bulan lamanya, lalu pulang ke rumahnya. Lukas 1:56

Salah satu sifat indah yang dimiliki Bunda kita yang terberkati secara sempurna adalah kesetiaan. Kesetiaannya kepada Putranya ini pertama-tama tampak dalam kesetiaannya kepada Elisabet.

Bunda Maria sendiri sedang mengandung, tetapi ia pergi untuk merawat Elisabet yang juga sedang mengandung. Ia meluangkan tiga bulan untuk melakukan apa pun yang dapat dilakukannya agar bulan-bulan terakhir kehamilan Elisabet terasa nyaman. Ia tentu hadir untuk mendengarkan, memahami, memberikan nasihat, melayani, dan sekadar menunjukkan kepeduliannya. Elisabet tentu sangat diberkati oleh kehadiran Bunda Allah selama tiga bulan itu.

Keutamaan kesetiaan sangat kuat dalam diri seorang ibu. Ketika Yesus sedang menghadapi ajal di kayu Salib, Bunda-Nya yang terkasih tidak mungkin berada di tempat lain selain di Kalvari. Ia melewatkan tiga bulan bersama Elisabet dan tiga jam yang panjang di kaki Salib. Hal ini menunjukkan betapa mendalam komitmennya. Ia tidak goyah dalam kasihnya dan tetap setia hingga akhir.

Kesetiaan adalah keutamaan yang dituntut dari kita masing-masing ketika kita berhadapan dengan kesulitan orang lain. Ketika kita melihat orang lain berkekurangan, menderita, berdukacita, atau dianiaya, kita harus membuat pilihan. Kita dapat berpaling dalam kelemahan dan keegoisan, atau kita harus mendekati mereka, ikut memikul salib mereka sambil memberikan dukungan dan kekuatan.

Renungkanlah hari ini kesetiaan Bunda kita yang terberkati. Sepanjang hidupnya, ia adalah sahabat, kerabat, istri, dan ibu yang setia. Ia tidak pernah goyah dalam menjalankan tugasnya, sekecil atau sebesar apa pun bebannya. Renungkanlah bagaimana Allah memanggil Anda untuk bertindak dengan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap sesama. Apakah Anda bersedia? Apakah Anda siap menolong sesama tanpa ragu? Apakah Anda bersedia memahami luka-luka mereka dengan hati yang penuh belas kasih? Berusahalah untuk merangkul dan menghayati keutamaan suci Bunda kita yang terberkati ini. Pilihlah untuk menjangkau mereka yang membutuhkan dan berdiri di dekat salib orang-orang yang dipercayakan kepada Anda untuk Anda kasihi.

Bunda terkasih, kesetiaan Bunda kepada Elisabet selama tiga bulan itu menjadi teladan yang indah dalam kepedulian, perhatian, dan pelayanan. Bantulah aku mengikuti teladan Bunda dan setiap hari mencari kesempatan yang telah diberikan kepadaku untuk mengasihi mereka yang membutuhkan. Semoga aku terbuka untuk melayani dalam hal-hal besar maupun kecil dan tidak pernah goyah dalam panggilanku untuk mengasihi.

Bunda terkasih, Bunda juga setia sampai akhir ketika Bunda berdiri dengan kesetiaan yang sempurna di hadapan Salib Putra Bunda. Hati keibuan Bundalah yang memberi Bunda kekuatan untuk berdiri dan memandang Putra Bunda yang terkasih dalam sakrat maut-Nya. Semoga aku tidak pernah berpaling dari salibku maupun salib yang dipikul orang lain. Doakanlah aku agar aku juga dapat menjadi teladan kasih setia yang bercahaya bagi semua orang yang telah dipercayakan kepadaku untuk kurawat.

Tuhanku yang teramat kucintai, aku menyerahkan diri kepada-Mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatanku. Aku bertekad untuk terus memandang-Mu dalam sakrat maut dan kesakitan-Mu. Bantulah aku untuk juga melihat-Mu dalam diri sesama dan dalam penderitaan mereka. Bantulah aku meneladan kesetiaan bunda-Mu yang terkasih agar aku dapat menjadi tiang penopang yang kokoh bagi mereka yang membutuhkan. Aku mengasihi-Mu, Tuhanku. Bantulah aku mengasihi-Mu dengan segenap diriku.

Bunda Maria, doakanlah aku. Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Hari Kesembilan – Tidak Disambut oleh Dunia

Daftar Isi

Tersedia dalam Format Buku Elektronik & Buku Bersampul Lunak!

Bagikan Halaman Ini: