Bahasa Indonesia

Hari Kedua Puluh Empat: Berhala

Selasa Pekan IV Prapaskah

Setelah iblis membawa Yesus naik ke gunung dan memperlihatkan kepada-Nya kemegahan kerajaan-kerajaan dunia, ia berkata kepada-Nya, “Semua ini akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud dan menyembah aku” (Matius 4:9). Godaan ini tampaknya merupakan upaya putus asa dari pihak iblis.

Sebagaimana Yesus tidak akan pernah menyembah iblis, kita pun berharap dapat mengatakan hal yang sama tentang setiap pengikut Kristus. Namun, menurut ukuran duniawi, “ganjaran” yang ditawarkan si jahat itu sungguh luar biasa. “Semua ini akan kuberikan kepada-Mu…” Bayangkan jika Anda memperoleh seluruh dunia untuk diri Anda sendiri. Bayangkan menjadi orang terkaya di dunia, dapat bepergian ke mana saja dengan pesawat jet pribadi, memiliki banyak rumah mewah, didengarkan oleh para presiden dan penguasa, serta dapat memanjakan diri dengan segala yang terbaik yang dapat ditawarkan dunia ini. Jika diberi kesempatan, kebanyakan orang tidak akan ragu menerima pemberian semacam itu. Namun, apa harga yang harus dibayar? 

Tepat setelah Yesus untuk pertama kalinya menyatakan kepada para rasul-Nya bahwa Ia akan menderita dan wafat, Ia mengajukan pertanyaan ini kepada mereka: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26). Sebelum mengajukan pertanyaan itu, Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikuti Aku harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku” (Matius 16:24).

Perbedaan antara ajaran Yesus dan tawaran iblis sungguh mencolok. Sembahlah iblis, dan Anda akan menerima segala yang dapat ditawarkan dunia ini. Sembahlah Yesus, dan Anda akan diberi salib, harus menyangkal diri, serta kehilangan diri demi Yesus. Mana yang Anda pilih?

Meskipun kecil kemungkinannya seorang Kristiani yang sungguh-sungguh menghayati imannya akan mempertimbangkan untuk menyembah iblis, kita sering kali mendapati diri tergoda untuk menempatkan berhala-berhala dalam hidup kita di atas undangan Yesus untuk memeluk Salib, menderita, dan mati. Sering kali, godaan si jahat kepada kita merupakan bentuk-bentuk tersamar dari godaan terang-terangan yang ia ajukan kepada Yesus ini. Iblis akan menempatkan berbagai berhala di hadapan kita dengan iming-iming palsu berupa kebahagiaan duniawi. Uang adalah contoh yang paling jelas. Si jahat berkata, “Uang akan membuat Anda bahagia,” dan banyak orang memercayainya. Sebaliknya, iblis sering berkata, “Berkorban dalam hidup akan membuat Anda sengsara,” dan banyak orang juga memercayainya.

Penyembahan berhala-berhala palsu merupakan godaan yang nyata, sebab berhala-berhala ini dapat menawarkan ganjaran seketika. Berhala-berhala palsu yang marak di dunia dewasa ini meliputi uang, harta benda, kekuasaan, status, kenikmatan jasmani, kesombongan, sikap berpusat pada diri sendiri, keterikatan pada ajaran-ajaran sesat, serta obsesi terhadap pekerjaan, hobi, media sosial, atau pengidolaan seseorang. Masing-masing dapat menjadi godaan tersamar: si jahat mula-mula membuatnya tampak menarik, lalu perlahan-lahan memikat kita untuk menjauh dari Kristus dan Salib, yang memanggil kita kepada kasih yang rela berkorban.

Renungkanlah hal-hal dalam hidup Anda yang menghalangi Anda menanggapi undangan Yesus untuk memikul salib Anda, menyangkal diri, dan mengikuti-Nya. Hal apa yang menarik hati Anda sehingga membuat Anda berpaling dari hidup dan kasih yang rela berkorban? Apa yang lebih Anda idolakan daripada Salib? Tolaklah tipu daya tersamar itu beserta janji-janji kebahagiaannya yang palsu, dan pilihlah Salib bersama Tuhan kita agar Anda memperoleh kemuliaan sejati dari kekayaan Surga.

Tuhanku yang mengalami godaan, Engkau menolak ajakan bodoh iblis untuk menyembahnya dan menerima segala kekayaan serta kekuasaan duniawi sebagai imbalannya. Terlalu sering dalam hidup ini, aku memilih jalan yang paling mudah, paling menghibur, dan paling memanjakan diri daripada memeluk Salib-Mu karena kasih. Bantulah aku melihat kebijaksanaan dalam memilih untuk menyangkal diri dan mengikuti Engkau, agar aku mengambil bagian sepenuhnya dalam ganjaran yang hanya Engkau janjikan kepadaku, seraya menolak berhala-berhala dunia ini yang fana. Yesus, aku percaya kepada-Mu.

Lihat juga: Hari Kedua Puluh Empat: 40 Hari di Kaki Salib

Daftar Isi

Lainnya untuk Masa Prapaskah

Bagikan Halaman Ini: