Bahasa Indonesia

Pengantar

Ketika saya masih di seminari, pada tahun 1990-an, rektor pernah ditanya hari mana dalam tahun liturgi yang paling beliau sukai untuk dirayakan. Tanpa jeda, beliau langsung menjawab, “Hari biasa dalam Masa Biasa.” Jawaban ini mengejutkan kami. Kami mengira beliau akan menjawab Natal atau Paskah atau hari raya besar lainnya. Seiring berlanjutnya percakapan, beliau menjelaskan alasannya. Meskipun hari-hari raya besar dalam tahun Gereja sungguh indah, penuh kekhidmatan dan makna, ada sesuatu yang mendalam dalam merayakan Misa pada hari biasa dalam Masa Biasa. Apa yang istimewa dari hari-hari itu? Tidak lain adalah kenyataan bahwa Misa tetaplah Misa, dan ketika Misa dirayakan pada hari biasa dalam Masa Biasa, tanpa perayaan khusus apa pun, kita diberi kesempatan untuk menyelami iman secara mendalam saat kita merayakan Misa semata-mata demi merayakan Misa itu sendiri.

Kedalaman makna kenyataan ini mungkin tidak langsung tampak, tetapi hal ini layak direnungkan sampai dapat dipahami.  Meskipun kita hendaknya selalu menyambut hari raya agung dalam tahun Gereja dengan sukacita yang besar, kita tidak boleh meremehkan kesempatan yang ditawarkan Masa Biasa kepada kita.  Masa Biasa memberi kita kesempatan untuk menghayati Ekaristi dan Kitab Suci dengan cara yang sama sekali tidak biasa-biasa saja.  Kita harus memandang setiap kesempatan untuk mengambil bagian dalam Ekaristi atau merenungkan Kitab Suci sebagai kesempatan untuk mengasihi dan menyembah Tuhan kita semata-mata karena Dia adalah Tuhan kita.  Yesus layak menerima segala pujian, penyembahan, dan adorasi setiap saat.  Dan ketika seluruh kemeriahan hari-hari raya agung berlalu, kita tetap memiliki tindakan teragung di bumi. 

Jilid dari Seri Renungan Harian Katolik ini adalah yang pertama dari dua jilid yang mencakup tiga puluh empat pekan Masa Biasa.  Mungkin Anda tidak dapat menghadiri Misa setiap hari sepanjang tahun, tetapi Anda dapat mendalami Kitab Suci sepanjang tahun.  Tujuan jilid ini adalah membantu Anda menyelami lebih dalam sabda Tuhan kita sebagaimana disajikan kepada kita dalam Injil setiap hari selama Pekan Pertama hingga Pekan Ketujuh Belas Masa Biasa.

Injil memiliki daya yang tak terbatas untuk mengubah hidup kita karena Injil adalah Sabda Allah.  Sebagai Sabda Allah, Injil lebih dari sekadar catatan tertulis tentang perkataan Yesus.  Injil menghadirkan kepada kita Pribadi Kristus sendiri.  Karena itu, ketika Anda meluangkan waktu untuk merenungkan dengan penuh doa perikop-perikop Kitab Suci dalam buku ini beserta renungan-renungan yang menyertainya, diharapkan Yesus akan dihadirkan kepada Anda secara nyata dan pribadi.  Diharapkan setiap hari Anda akan diundang untuk berjumpa dengan Tuhan kita sedemikian rupa sehingga hidup Anda diubah dan dikuduskan.  Hal ini hanya dapat terjadi jika Anda berjumpa dengan Tuhan kita sendiri yang hidup.  Saya berdoa agar renungan-renungan dalam buku ini membantu Anda dalam upaya suci ini.

Pekan I Masa Biasa

Daftar Isi


Juga Tersedia dalam Format Buku Sampul Lunak & Buku Elektronik

Bagikan Halaman Ini: