Catatan: Meditasi ini dapat dengan mudah berlangsung selama satu jam suci penuh. Meditasi ini khas Santo Ignasius dan ditempatkannya di sini, pada akhir rangkaian meditasi tentang masa kanak-kanak dan kehidupan tersembunyi Yesus, bersama renungan berikutnya tentang “Tiga Golongan Manusia.” Setelah kedua renungan ini, Anda akan mulai mengontemplasikan karya pelayanan Yesus di hadapan umum.
Panji Lusifer: Pertama, cobalah menggunakan imajinasi Anda untuk melihat kerajaan si jahat yang mengerikan dan menakutkan. Bayangkan tempat itu sebagai dataran Babel yang luas terbentang (neraka). Setan, dalam kesombongannya, duduk di atas takhta tinggi dari api dan asap untuk mengintimidasi dan memaksakan kekuasaannya. Dengan menggunakan gambaran simbolis, seperti apakah rupa, bunyi, bau, dan suasana yang terasa di tempat ini? (Renungan Hening)
Bayangkan si jahat memanggil roh-roh jahatnya yang begitu banyak ke hadapan takhtanya dan mengutus mereka ke seluruh dunia, kepada setiap orang dan ke setiap tempat. Bayangkan pasukan besar makhluk-makhluk jahat ini berangkat menjalankan misi mereka untuk mendatangkan kematian dan kehancuran. (Renungan hening singkat)
Apakah misi mereka? Memasang jerat bagi umat Allah dan memenjarakan mereka dalam dosa-dosa mereka. Roh-roh jahat ini terorganisasi dengan baik dan bertekad penuh untuk menyesatkan umat manusia. Mereka merencanakan, bersekongkol, bersiap, menyusun strategi, dan melaksanakan rencana mereka. Santo Ignasius mengatakan bahwa setan memerintahkan roh-roh jahatnya untuk menggoda umat Allah melalui tiga cara awal:
Pertama-tama, menumbuhkan keinginan akan kekayaan dalam hati mereka.
Mendorong mereka mencari kemuliaan yang sia-sia, kehormatan, dan pengakuan duniawi.
Membesarkan kesombongan mereka.
Renungkanlah sejenak ketiga godaan itu dalam hidup Anda. Apakah Anda telah memercayai kebohongan-kebohongan ini? (Renungan Hening)
Begitu si jahat telah menyeret seseorang ke dalam cinta akan kekayaan, kemuliaan yang sia-sia, dan kesombongan yang berpusat pada diri sendiri, orang itu menjadi mudah terseret ke dalam segala bentuk tipu daya jahat lainnya. Dari ketiga godaan awal itu mengalir segala kejahatan lainnya. Sekali lagi, renungkanlah pergulatan-pergulatan ini dalam hidup Anda sendiri.
Panji Kristus: Berbeda dengan si jahat, Kristus berada di sebuah dataran rendah yang sederhana dekat Yerusalem. Ia berdiri di sana dengan orang banyak mengelilingi-Nya. Tempat itu indah dan damai. Bayangkan pemandangan diri-Nya dengan sekelompok pengikut setia di sekeliling-Nya. (Renungan Hening)
Satu demi satu, Yesus memilih orang untuk mengambil bagian dalam perutusan ilahi-Nya. Ia memanggil mereka kepada-Nya dengan kelembutan, kekuatan batin, dan kewibawaan. Kemudian Ia mengutus mereka untuk menjalankan suatu perutusan. Masing-masing dari mereka telah menemukan panggilan Kristus, menemukan kekayaan batin rahmat-Nya, dan dengan hati yang berkobar oleh kasih, mereka berangkat dengan penuh semangat untuk menyebarkan kerahiman dan kebenaran-Nya dengan sukacita. Mereka pergi ke setiap penjuru bumi untuk membawa orang lain kepada Kristus.
Ketika Yesus mengutus mereka, Ia meluangkan banyak waktu untuk mengajar dan mempersiapkan mereka. Ia menyampaikan khotbah-khotbah-Nya yang paling menyentuh hati dan penuh kuasa, mengajarkan perumpamaan-perumpamaan, serta memenangkan hati dan pikiran mereka. Kemudian Ia memerintahkan mereka untuk pergi dan mewartakan. Mereka harus memikat orang dengan menarik mereka kepada kesederhanaan dan kuasa pesan-Nya. Inilah yang harus mereka wartakan dan hadapi. Renungkanlah pemandangan itu dan setiap pesan berikut:
- Mereka harus mewartakan tentang kemiskinan. Kemiskinan rohani dalam batin, dan bahkan nilai meninggalkan segala sesuatu demi Kristus.
- Jika mereka ditolak oleh sebagian orang, mereka harus bersukacita dan tidak berkecil hati, sekalipun orang menghina mereka dan pesan mereka.
- Mereka harus rendah hati dan menerima segala penghinaan dengan kasih.
Dengan diutus seperti ini, mereka dipersiapkan untuk melawan kebohongan-kebohongan si jahat. Mereka mewartakan kemiskinan untuk melawan cinta akan uang; mereka menanggung penolakan untuk melawan keinginan akan kedudukan duniawi; dan mereka mewartakan serta menghidupi kerendahan hati untuk melawan kejahatan kesombongan yang merasa diri benar.
Renungan: Pesan manakah yang lebih menarik bagi Anda? Anda ingin menjadi bagian dari kerajaan yang mana? Ini pertanyaan yang sulit karena banyak orang, jika mereka jujur, akan mendapati bahwa mereka lebih menyukai pesan si jahat dan roh-roh jahatnya daripada pesan Kristus Raja. Yesus mewartakan kemiskinan, penolakan, dan kerendahan hati. Setan mewartakan kekayaan, kehormatan, dan kesombongan. Tinggallah dalam permenungan akan pertentangan yang begitu kuat ini. Nilailah dengan jujur mana yang lebih menarik Anda. Serahkanlah diri Anda kepada kekayaan yang terkandung dalam kemiskinan, penolakan, dan bahkan penghinaan demi Kristus.
Luangkanlah waktu yang cukup lama untuk merenungkan pertentangan berikut sambil meninjau hidup, keinginan, pilihan, dan tindakan Anda sendiri.
Menelaah Pertentangan:
Kerajaan setan
Kekayaan duniawi
Kehormatan duniawi
Kesombongan
Segala keburukan lain yang mengikutinya
+++
Kerajaan Kristus
Kekayaan Rahmat
Kehormatan tersembunyi dari keutamaan
Kerendahan hati
Segala keutamaan lain yang mengikutinya
Memilih Kristus dan Kerajaan-Nya menuntut komitmen yang radikal. Dibutuhkan iman yang mendalam untuk mengetahui dan percaya bahwa buah-buah Kerajaan-Nya jauh lebih luhur daripada buah-buah kerajaan setan. Mungkin lebih mudah untuk memercayainya secara intelektual, tetapi memilih Kerajaan Kristus daripada kerajaan setan dengan kehendak Anda dan, pada akhirnya, dengan seluruh hasrat jiwa Anda, menuntut iman yang mendalam, teguh, dan tak tergoyahkan oleh godaan si jahat. Meditasi ini merupakan inti ajaran rohani Santo Ignasius, dan hendaknya diberi waktu yang berlimpah. Sekalipun sulit, mulailah memilih Kristus dan Kerajaan-Nya sekarang, dan berdoalah agar seiring berjalannya waktu, pilihan ini meresap ke dalam tindakan dan bahkan keinginan Anda.
Gambar Utama: Félix Joseph Barrias – Kristus Dicobai oleh Iblis
Pengantar Meditasi untuk Masa Biasa
- Pembaptisan Tuhan
- Dua Panji
- Tiga Golongan Manusia
- Pencobaan
- Panggilan Para Rasul
- Perkawinan di Kana
- Penyucian Bait Allah
- Khotbah di Bukit
- Meredakan Badai
- Berjalan di Atas Air
- Para Rasul Diutus untuk Mewartakan
- Pertobatan Maria Magdalena
- Bagaimana Kristus Memberi Makan Lima Ribu Orang
- Transfigurasi Kristus
- Kebangkitan Lazarus
- Perjamuan di Betania
- Tiga Cara Kerendahan Hati
